Dijual mobil Chevrolet Aveo LS Matic tahun 2008

“MOBIL DIBAWAH INI DIJUAL CEPAT” 

HARGA Rp. 90.000.000,- (NEGO)

2

“maaf foto saya sensor pada kaca depan dan belakang terdapat stiker & plat nomor yang tidak ingin saya publikasikan”

khusus wilayah Kota Palu, saya jual mobil pribadi Chevrolet Aveo LS tahun 2008 transmisi automatic

  • warna abu-abu metalik,
  • 1500 CC,
  • kapasitas penumpang 5 (lima) orang.
  • kondisi mulus.
  • surat-surat lengkap (STNK berlaku s/d April 2019).
  • kelengkapan : AC, Tape CD, Dongkrak + Kunci Roda, Veleg & Ban Serep. (masih standart / ORI)

BUKA HARGA Rp. 90.000.000,- (NEGO) 

LIHAT LEBIH LANJUT —>>>
Baca lebih lanjut

Bisnis Tour & Travel

Bagi para pengunjung blog ini, jika anda ingin punya usaha? modalnya kecil? bisa balik modal cepat? pasti untung setiap bulan? produk selalu di butuhkan orang? tidak pakai masa / jangka waktu? anti krisis? tidak harus stok barang-barang? tidak harus buka kantor? bisa di jalankan melalui handphone? bisa dijalankan oleh siapa saja? Pelajar, Mahasiswa, IRT, Karyawan/Swasta, PNS, dll.

anda boleh mencoba bisnis yang satu ini.

Bisnis Tour & Travel jawabannya. Baca lebih lanjut

ASAS-ASAS DARI HUKUM PIDANA INTERNASIONAL

ASAS-ASAS DARI HUKUM PIDANA INTERNASIONAL

1.          PENDAHULUAN
Hukum pidana internasional sendiri bersumber dari dua bidang hukum yaitu, hukum internasional mengenai masalah-masalah pidana dan hukum pidana nasional yang mengandung dimensi-dimensi internasional. Oleh karena itu, maka asas-asas hukumnya pun juga bersumber dari asas-asas hukum dari kedua bidang hukum tersebut. Untuk lebih jelasnya, masing-masing akan dibahas satu persatu dibawah ini dan selanjutnya akan dibahasa hubungan antar keduanya serta bagaimana perwujudannya dalam bentuk kaidah-kaidah hukum pidana internasional dasn akhirnya bagaimana seharusnya Negara-negara menyikapinya.
  
2.          ASAS-ASAS HUKUM PIDANA INTERNASIONAL YANG BERASAL DARI HUKM PIDANA INTERNASIONAL
Asas-asas dari hukum internasional yang paling utama dalam hukum pidana internasional adalah asas kemerdekaan, kedaulatan, dan  kesamaan derajat Negara-negara. Selanjutnya dari asas-asas tersebut yang paling utama ini dapat diturunkan beberapa asas lainnya yang secara umum sudah diakui didalam teori maupun praktek hukum dan hubungan internasional. Masing-masing asas tersebut meliputi :
2.1.     Asas kemerdekaan, kedaulatan dan kesamaan derajat negara-negara
Asas inilah yang menempatkan negara-negara di dunia ini tanpa memandang besar ataupun kecil, kuat ataupun lemah, maju atau tidaknya, memiliki kedudukan yang sama antara yang satu dengan yang lainnya, sesuai dengan hukum internasional. Turunan asas-asas ini meliputi :
–          Asas non intervensi,
–          Asas saling menghormati kemerdekaan, kedaulatan, dan kesamaan derajat Negara-negara,
–          Asas hidup berdampingan secara damai ,
–          Asas penghormatan dan perlindungan atas hak asasi manusia,
–          Asas bahwa suatu Negara tidak boleh melakukan tindakan-tindakan yang mencerminkan kedaulatan didalam wilayah Negara lainnya,
–          Dan lain-lain.
Dari asas-asas inilah selanjutnya dapat diturunkan kaidah-kaidah hukum internasional yang lebih konkrit dan positif yang mengikat dan diterapkan terhadap subyek-subyek hukum internasional pada umumnya dan Negara-negara pada khususnya yang terlibat dalam suatu peristiwa hukum internasional.

BEBERAPA FAKTOR PENDORONG PERKEMBANGAN HUKUM PIDANA INTERNASIONAL

BEBERAPA FAKTOR PENDORONG PERKEMBANGAN HUKUM PIDANA INTERNASIONAL

1.  Kemajuan sains dan teknologi yang sangat pesat

            Beberapa kejahatan yang timbul akibat perkembangan sains dan teknologi, antara lain adalah kejahatan terorisme, kejahatan penerbangan, kejahatan pemalsuan mata uang, kejahatan komputer dan lain sebagainya.
Selain untuk melakukan kejahatan, kemajuan sains dan teknologi juga digunakan untuk menghindarkan atau menyelamatkan diri dari kejaran para penegak hukum, maupun sebagai sarana bagi penegak hukum dalam mengejar sipelaku kejahatan.
Kejahatan ini harus dicegah dan diberantas dengan cara pembentukan peraturan-peraturan hukum baik pada tataran internasional maupun nasional dengan menetapkannya sebagai suatu kejahatan atau tindak pidana, kemudian ditindaklanjuti dengan tindakan nyata dalam pelaksanaannya antara lain melalui kerjasama antara anggota masyarakat internasional, khususnya antara negara-negara.

Faktor-faktor penyebab timbulnya kejahatan

1.    Mazhab lingkungan-ekonomi

Aliran ini mulai terasa pengaruhnya pada penghabisan abad ke-18 dan permulaan abad ke-19, ketika timbul sistem baru dalam perekonomian dan kelihatan bertambah. Menurut mazhab ini mementingkan keadaan ekonomi sebagai sebab timbulnya kejahatan.

Pandangan masyarakat yang berdasarkan keadaan ekonomi (yang dinamakan hisotoris materialisme), akan berpengaruh besar terhadap kriminologi. Menurut ajaran ini tiap-tiap cara produksi (umpama feodal, kapitalistis) mempunyai penjahat-penjahat sesuai dengan rasa (karya-nya) sendiri, menurut jalan pikiran ini jadinya tidak hanya dipersoalkan sampai dimana faktor-faktor ekonomi (seperti kesengsaraan) mempunyai pengaruh terhadap kejahatan, tapi juga sampai dimana suatu sistim ekonomi melalui semua lapisan masyarakat akhirnya menguasai seluruh kejahatan.

Menurut F. TURATI (seorang italia yang melawan pemerintahan fasisme) ia mengatakan tidak hanya kekurangan dan kesengsaraan saja, tapi juga nafsu ingin memilik, yang berhubungan erat dengan sistem ekonomi pada waktu sekarang, mendorong kejahatan-kejahatan ekonomi. Mengenai kejahatan terhadap orang (kejahatan agresif), TURATI menunjukan akan pengaruh dari keadaan materieel terhadap jiwa manusia seperti : kesengsaraan membuat pikiran menjadi tumpul, kebodohan, dan ketidak beradaban merupakan penganut-penganutnya, dan hal ini merupakan faktor-faktor yang berkuasa dalam timbulnya kejahatan serupa ini. Keadaan tempat tempat tinggal (lingkungan) yang buruk merosotkan moralitet seksuil dan menyebabkan kejahatan kesusilaan. Baca lebih lanjut

ANTROPOLOGI HUKUM

Antropologi Hukum merupakan kekhususan dari Antropologi Budaya

Antropologi berasal dari bahasa Yunani yaitu Antropos yang artinya Manusia dan Logos artinya Ilmu.

Antropologi artinya Ilmu tentang manusia atau Ilmu yang mempelajari tentang manusia baik dari segi hayati maupun budayanya.

Ilmu tentang hayati terdiri dari 2 macam yaitu :

1.  Paleo Antropologi

Mempelajari tentang asal usul manusia dan perkembangannya, dan metode yang digunakan adalah penggalian mengenai fosil-fosil.

Bagian bagian yang dipelajari adalah bagian dalam seperti : golongan darah,hati,jantung, dll).

2.  Antropologi Fisik

Mempelajari bentuk-bentuk manusia baik bagian dalam maupun bagain luar tubuh manusia seperti : Bentuk muka,telinga,hidung, dll.

Tujuan mempelajari antropologi fisik adalah untuk mengetahui corak ragam manusia. Baca lebih lanjut

IMPLEMENTASI PENEGAKAN HAM DALAM HUKUM HUMANITER INTERNASIONAL

BAB  I

 PENDAHULUAN

 
A. Latar Belakang

          Hukum humaniter internasional adalah seperangkat aturan yang dibuat untuk membatasi akibat-akibat dari pertikaian bersenjata. Hukum ini melindungi mereka yang tidak atau tidak lagi terlibat dalam pertikaian, dan membatasi cara-cara dan metode berperang. Hukum humaniter internasional adalah bagian dari hukum intenasional. hukum internasional adalah hukum yang mengatur hubungan antara negara. Hukum humaniter meliputi ketentuan-ketentuan yang terdapat dalam perjanjian internasional, dan kebiasaan-kebiasaan internasional yang terjadi dan diakui. hukum humaniter tidak dimaksudkan untuk melarang perang atau untuk mengadakan undang-undang yang menetukan aturan dalam perang, tetapi karena alasan perikemanusiaan untuk mengurangi atau membatasi pemderitaan individu-individu dan untuk membatasi wilayah dimana konflik bersenjata diperbolehkan.

Baca lebih lanjut