Kajian Lingkungan Hidup tentang Sinopsis Alam Semesta

KAJIAN LINGKUNGAN HIDUP

TENTANG

SINOPSIS ALAM SEMESTA

Pada mulanya Tuhan menciptakan bumi dan segala isinya. Tuhan juga menciptakan manusia. Dari semua ciptaan Tuhan yang paling dianggap mulia adalah manusia. Karena manusia diberikan akal dan pikiran serta kuasa oleh Tuhan. Yang dimaksud dengan kuasa disini adalah berkuasa atas semua makhluk ciptaannya yang lain. Tapi Tuhan juga memberikan akal dan pikiran kepada manusia untuk dipergunakan dalam mengolah apa yang  sudah diberikan oleh Tuhan. Tuhan mau manusia menggunakan akal dan pikirannya untuk tetap bertahan hidup dibumi ini dan mengolah alam ini untuk kebutuhan hidupnya.

Pada jaman dulu manusia masih tinggal digua dan diatas pohon yang tinggi. Itu dikarenakan manusia belum mempunyai pikiran untuk membuat rumah. Manusia juga hanya makan buah-buahan yang disediakan oleh alam pada masa itu. Manusia belum berpikir untuk bercocok tanam, mereka memburu binatang hanya untuk dimakan saja dan bukan untuk dijual atau untuk dimusnahkan. Pada jaman itu alam masih bersahabat dengan manusia segala sesuatunya masih berjalan dengan baik. Memang kehidupan pada waktu itu sangat terbelakang bahkan boleh dikatakan kuno dan belum beradab sama sekali.

Dan seiring dengan berjalannya waktu, pikiran manusia juga semakin maju dan maju menuju kearah yang lebih baik. Manusia sudah mulai berpikir untuk membuat rumah dan bercocok tanam serta mengolah alam sekitarnya dengan baik. Tetapi selain itu ada juga hal negatif yang ditimbulkan, misalkan manusia sudah bisa bercocok tanam tapi mereka menggunakan system ladang berpindah.

Jadi jika tanah atau lahan yang dipakai untuk bercocok tanam sudah tidak menghasilkan tanaman yang baik, maka tanah atau lahan itu ditinggalkan begitu saja tanpa ditanami pohon yang lain. Manusia itu pindah lagi ketempat yang lain dan membuka lahan yang baru dan begitu seterusnya.

Semakin bertambah maju pikiran manusia,semakin banyak hal-hal yang baik yang dihasilkan tetapi hal-hal yang buruk juga menyertai dibelakangnya. Hutan dibuka untuk mendirikan daerah pemukiman yang baru bagi penduduk, oleh karena itu pohon-pohon ditebang, hanya saja penebangan hutan kadangkala tidak lagi diperhitungkan baik buruknya bagi alam dan manusia itu sendiri. Hewan-hewan liar yang tinggal dihutan tidak ada lagi tempat untuk tinggal dan hidup pada alamnya. Hewan-hewan yang dianggap dapat membunuh dan mencelakakan manusia diburu untuk dibunuh.

Jika hanya untuk menjaga keselamatan manusia, hewan-hewan liar itu dapat dihalau kembali kedalam hutan. Hanya saja semakin manusia maju kearah jaman yang lebih modern, alam dan sekitarnya sudah sangat tidak lagi diperhatikan. Pohon-pohon dihutan ditebang untuk membuka lahan baru dan dipergunakan untuk bercocok tanam dan setelah tidak lagi menghasilkan ditinggalkan begitu saja. Selain itu juga untuk kepentingan industri kayu dan pohon-pohon yang belum saatnya untuk ditebang hanya karena untuk memenuhi kebutuhan industri tersebut maka pohon-pohon itu ditebang tanpa ada upaya untuk mereboisasikan kembali atau menanam pohon menggantikan pohon yang sudah ditebang.

Hewan-hewan liar yang ada dihutan yang pada awalnya masih mempunyai tempat untuk tinggal dan hidup, mulai merasa gelisah dengan keadaan yang dibuat oleh tangan manusia yang tidak bertanggung jawab.

Siklus rantai makanan yang pada awalnya seimbang kini mulai rusak, hal ini menyebabkan hewan-hewan liar tadi mulai mencari makanan ke daerah pemukiman penduduk. Karena dianggap menggangu dan dapat mencelakakan manusia, hewan-hewan liar tadi mulai diburu untuk dibunuh dan dimusnahkan. Bahkan ada yang ditangkap untuk dibunuh lalu dijual kulitnya. Hal ini dianggap biasa saj tanpa disadari manusia mengapa hewan-hewan liar tadi bertingkah demikian. Ada lagi yang diburu untuk dijual dan dijadikan bahan hiburan bagi manusia itu sendiri.  Bagi manusia yang penting mereka merasa aman dan dapat menghasilkan banyak uang. Manusia tidak lagi memperhatikan alam sekitarnya.

Ulah manusia yang tidak bertanggung jawab bukan hanya bertindak di darat saja, tetapi hal ini juga dilakukan dilaut. Pada mulanya manusia menangkap ikan hanya untuk kebutuhan hidupnya saja, tanpa mengganggu ekosistem kehidupan laut. Tapi semakin banyak kebutuhan hidupnya, maka manusia mulai bertindak diluar batas. Misalnya saja menangkap ikan dengan menggunakan jaring pukat harimau atau dengan menggunakan bom. Hal ini bisa menyebabkan ikan-ikan kecil yang belum saatnya untuk ditangkap, ikut juga tertangkap atau mati. Terumbu karang adalah tempat hidup ikan juga ikut hancur akibat terkena bom yang dipergunakan oleh manusia untuk menangkap ikan.

Pada awalnya mungkin manusia tidak merasakan akibat-akibat yang ditimbulkan dari tindakan-tindakannya yang tidak bertanggung jawab, karena akibatnya tidak dirasakan langsung pada saat itu juga tetapi tindakan yang dilakukan secara terus-menerus itu membawa akibat yang bertahap. Dan yang merasakan akibat dari perbuatan itu adalah generasi berikutnya. Bencana alam mulai melanda manusia, hujan yang turun terus-menerus mengakibatkan banjir.

Hal ini dikarenakan kurangnya pohon-pohon yang berfungsi untuk menahan dan menampung air hujan. Pohon juga berguna untuk menahan tanah agar tidak terjadi  pengikisan tanah akibat hujan.

Tetapi akibat dari penebangan pohon atau penebangan liar yang dilakukan oleh manusia itu sendiri, maka terjadilah banjir dan tanah longsor. Dan yang menerima akibatnya juga adalah manusia itu sendiri. Untuk itu semua siapa yang harus disalahkan? Tidak mungkin manusia mau menyalahkan Tuhan. Tuhan sudah memberikan alam semesta untuk diolah dan dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh manusia. Tetapi manusia tidak tau bersyukur dan berterima kasih atas semuanya itu, bahkan manusia menggunakan semua itu dengan semena-mena atau sekehendak hatinya yang mengakibatkan bencana alam.

Manusia tidak pernah merasa puas dengan apa yang sudah diberikan Tuhan kepadanya. Laut yang sudah ada batas pasangnya atau batas naiknya air laut, ditimbun juga untuk dijadikan tempat pemukiman penduduk atau tempat untuk bersantai. Akibatnya adalah apabila air laut naik maka air laut naik sampai ke tempat yang sudah diperbaharui itu.

Sebenarnya semua itu tidak perlu terjadi apabila manusia mau sadar akan perbuatannya yang bisa mengakibatkan kerugian bagi dirinya sendiri atau bagi manusia lainnya. Bencana yang diberikan kepada manusia hanyalah sebagai peringatan kepada manusia itu sandiri agar jangan sampai merusak alam semasta yang sudah diberikan Tuhan kepadanya. Begitu juga dengan berbagai penyakit yang mulai banyak melanda manusia, selain itu juga peperangan dan konflik yang terjadi diberbagai tempat yang juga melibatkan manusia itu sendiri. Semua itu juga merupakan salah satu peringatan dari Tuhan untuk tidak saling menyakiti dan tetap menjaga kedamaian dan kerukunan hidup antara sesama manusia

Alam semesta itu merupakan pemberian Tuhan yang perlu dijaga dan dilestarikan oleh manusia. Manusia dapat mengolah dan menggunakannya tetapi manusia juga harus sadar bahwa semuanya itu sekali waktu dapat habis juga. Jadi oleh karena itu manusia harus bisa memelihara  dan menjaganya sehingga generasi penerus yang berikutnya dapat juga merasakan dan menikmati alam semesta ini. Tuhan tidak pernah meminta kepada manusia untuk megembalikan semua apa yang sudah diberikannya kepada manusia, Tuhan hanya mau manusia itu mensyukuri dan menjaga serta melestarikan apa yang sudah Dia berikan. Tetapi kadang kala manusia masih saja menyalahkan Tuhan atas apa yang sudah terjadi dan menimpa manusia itu.

Sadar akan banyaknya bencana yang disebabkan oleh sebagian manusia yang tidak bertanggung jawab, maka sebagian dari manusia itu yang sadar akan pentingnya menjaga keseimbangan alam ini berusaha untuk memperbaikinya kembali. Meskipun usaha yang dilakukan mungkin tidak  dapat memperbaiki semuanya tetapi setidaknya manusia sudah melakukan upaya untuk mencegah kerusakan alam semesta ini. Jadi, dengan demikian kita juga wajib ikut serta dalam memperbaiki keadaan alam yang semakin lama semakin memprihatinkan. Semuanya bisa dimulai dengan dilingkungan tempat kita hidup, misalnya dengan menanam pohon dihalaman rumah kita.

Itu mungkin merupakan hal yang kecil tapi setidaknya itu bisa membuat tanah tidak mengikis apabila terjadi hujan. Dari hal-hal yang kecil kita bisa membantu mengembalikan keseimbangan alam semesta ini, mungkin tidak begitu berarti tapi setidaknya kita sudah mencoba dan berusaha.

2 Tanggapan

  1. […] File Name : Kajian lingkungan hidup tentang sinopsis alam semesta Source : dewaarka.wordpress.com Download : Kajian lingkungan hidup tentang sinopsis alam semesta […]

  2. trim buat sinopsisnya kebetulan bru ada tgas kuliah, jadi bisa buat referensi saya, semoga sukses selalu aamiin………….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: