Sejarah Filsafat

Sejarah filsafat adalah sejarah usaha manusia untuk merenungkan keseluruhan kenyataan. Pada Spinoza keegangan antara pikiran dan kenyataan diselesaikan dengan cara membedakan dengan modus extensi dan modus pikiran, yang dianggap sejajar. Teori pengetahuan mengembalikan pikiran manusia kembali kepada pengalaman, bila ia hendak mencoba berteori diluar batas dirinya sendiri. Dengan menekankan unsure-unsure a priori dalam pengetahuan yang berdasarkan indra dan konsep.

Teori nilai menyelidiki proses dan isi penilaian yaitu prosses yang mendahului, mengiringkan, dan menentukan semua kelakuan manusia. Karena itu teori nilai menghadapi manusia sebagai makhluk yang berkelakuan sebagai objeknya. Manusia mempunyai kedudukan istimewa sebagai makhluk yang berkelakuan dan bertindak. Dalam dunia anorgaik, setiap perubahan atau kejadian terjadi menurut hujkum fisika, mekanika, dan kimia. Dalam dunia tumbuh-tumbuhansudah tampak susunan tertentu dari perubahan-perubahan dan kejadian-kejadian ini,itulah yang disebut hidup, yaitu suatu keseluruhan berintegrasi yang terbatas menurut waktu, yang menjelma dalm pertumbuhan, yang berhubungan dan menyesuaikan diri dengan sekitarnya,serta berkembang biak dengan cirri-ciri yang turun-temurun dari generasi ke generasi.

Hidup itu pada binatang mencapai suatu susunan kesadaran dan dengan alat-alat,indara dan alat-alat geraknya binatang itu dengan menggunakan instingnya berhubungan dan menyesuaikan diri dengan sekitarnya dengan cara yang jauh lebih dinamik dan beragam dari tumbuh-tumbuhan. Pada manusia perkembangan insting sangat terbatas, sehingga dapat dikatakan bahwa manusia itu hingga suatu batas terputus dari hubungan dengan alam dan dari penyesuaian dengan sekitarnya. Dibandingkan dengan dunia anorganik, tumbuhan dan hewan, manusia itu dikatakan makhluk yang tidak lengkap dalam perkembangannya sebagai perseorangan dan dalam perkembangan masyarakatnya, maupun dalam hubungannyadengan sekitarnya.

Proses perlengkapan dan penyesuaian dimasukakan dalam konsep budi yang hanya dimiliki oleh manusia dan membedakan manusia dan hewan. Kelakuan manusia yang dipimpin oleh budipekertinya berada dalam suasana kebebasan yang lebih besar. Hidup manusia selalu ada proses pengaruh-mempengaruhi yang dinamik dan dialektik antara budinya dengan lingkungan alamnya, lingkungan masyarakat dan lingkungan kebudayaan. Dengan menggunakan budinya, manusia yang tidak lengkap senantiasa memperlengkapi dirinya dengan berhubungan dengan sekitarnya. Dalam perkembangan individu maupun masyarakat, manusia selalu menciptakan system kesatuan jasmani dan rohani yang complex, yaitu suatu system yang kita sebut kebudayaan, yang berbeda dari alam. Kebudayaan ini terus menerus berkembang dan mempunyai sejarahnya sendiri.

Sejarah masyarakat dan sejarah kebudayaan merupakan proses yang tiada habisnya. Proses ini sebagai hasil dari perjuangan manusia yang tiada hentinya menuju kelengkapan dan penyasuaian yang menggambarkan kebebasannya untuk menilai dan memilih. Kehidupan budi yang terjelma dalam proses penilaian itu merupakan cirri manusia yang tepenting dalam kehidupan individu, masyarakat dan kebudayaan,yang memperoleh suatu segi kebebasan tertentu dalam pertumbuhannya.

Etika adalah cabang teori nilai yang tertua dan sering merupakan bagian agama yang terintegrasi. Menjelaskan nilai tertinggi atau nilai etika yang disebut kebaikan yang dikembangkam dalam norma-norma kelakuan baik dan buruk dalam hubungan hidup manusia. Teori subjektif yang mengutamakan nilai etika daripada subjek yang berkelakuan, dan teori etika objektif yang menekankan nilai etika daripada objek yang mrnjadi tujuan sikap. Dalam teori etika subjektif, factor utama ialah ketegangan dalam kesadaran yang mendorong untuk bertindak menurut dasar-dasar etika.

Disini akan dibahas mengenai perorangan dalam hubungannya dengan masyarakat disekitarnya dan lingkungannya tempat ia hidup dan berinteraksi. Kata individu berasal dari kata Latin ‘individuus’ terjemahan dari kata Yunani ‘atonom’ yang artinya kesatuan yang tak dapat dibagi. Oleh budinya manusia unik dalam dua arti yaitu dia untuk sebagai jenis dan dalam jenis tiap-tiap individu unik sebagai pribadi. Keunukan ini adalah hasil kebebasan manusia yang lebih besar untuk memilih jika dibandingkan dengan hewan. Kebebasan ini yang dinamakan kesanggupan manusia untuk menilai dan kesanggupan untuk membuat lambang dan membuet alat-alat yang memungkinkannya menciptakan kebudayaan.

Pengertian pertumbuhan adalah konsep penting untuk memahami proses jiwa dalam pribadi. Pertumbuhan dapat dipengaruhi dan selalu dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya. Etika pribadi itu dapat dirumuskan sebagai kesadaran akan baik dan jahat dalam pribadi. Yang disebut etika pribadi itu adalah keaktifan dalam jiwa yang menilai baik dan jahat, yang menentukan norma-norma kelakuan atau tingkah laku. Kepuasan dan frustasi terdapat dalam segala organisme dari yang paling serhana sampai kepada yang paling complex. Pada manusia yang hidup sebagai pribadi, dorongan hidup dan perasaan untuk sebagian termasuk dalam kesadaran yang dapat dipimpin oleh ogo atau aku, yaitu inti dari budi yang sadar. Dari perasaan kepuasan dan frustasi itu timbullah kepentingan pribadi dalam kesadaran pribadi sebagai hasil proses membandingkan, merenungkan dan memilih. Kepentingan-kepentingan pribadi ini timbul dalam bentuk nilai-nilai dan memaksa kemauan bertindak untuk mencapai atau melaksanakan nilai-nilai itu.

Kata hati adalah kesadaran individu akan adanya suatu mahkama dalam dirinya, yang didalamnya pikirannya tuduh menuduh. Kalau seseorang menyia-nyiakan kata hatinya dan terus-menerus melakukan tindakan yang dilarang oleh kata hatinya, kata hati itu akan terus berbicara kepadanya dan kalau ia masih terus juga dengan gigih melakukannya untuk waktu yang terlampau lama,maka mungkin sekali ia akan mendapat neurosis. Orang yang berbuat sesuai dengan kata hatinya, dengan kata lain sesorang yang kata hatinya bersih, adalah tenang dan damai, ia tidak merasa resah dan gentar, tetapi sebaliknyaia merasa dirinya bebas dan kuat. Dalam hidup kita ada norma-norma dan nilai-nilai yang harus kita patuhi. Nilai-nilai dan norma-norma itu adalah ucapan kesetujuan dan penolakan, hkuman dan ganjaran yang menyenangkan.

Pertumbuhan dan pendewasaan yang bebas dalam pribadi orang dewasa adlah suatu proses yang terus menerus. Kata hati heteronom tidak mungkin lenyap. Tetapi akan terus bertahan pada pribadi yang mempunyai kata hati yang autonom yang sangat kuat. Kata hati heteronom mendesak pribadi mencapai tingkat kelakuan orang-orang yang dikaguminya dan menjadi cita-citanya, kata hati autonomnya memimpin hidup atas dasar asas-asas etikanya sendiri. Yang dinamakan perasaan adalah pengalaman subjektif organisme yang memungkinkannya terbuka untuk sekitarnya dan memungkinkannya dengan langsung, tidak memakai proses pemikiran. Apa yang kita nilai positif, kita menghendaki supaya terjadi atau kita mempertahankannya apabila sedang berlaku. Sebaliknya kita ingin mencegah terjadinya segala sesuatu yang kita nilai negative dan menyetopnya apabila sedang berlaku.

Pendidikan, pembentukan kebiasaan adalah usaha-usaha untuk mengarahkan dan membentuk keperluan-keperluan individu untuk menyesuaikan diri kepada nilai-nilai dan norma-norma kelompok masyarakat. Manusia itu dalam menghadapi dunia tidak pasif, tetapi aktif dan kreatif. Dalam proses pikiran akal individu maanusia itu banyak kebebasannya dalam penilaian sekitarnya dan atas dasr penilain ini hingga suatu batas bebas ia menentukan tujuan maupun alat-alatnya. Proses pengambilan keputusan adlah proses pertimbangan yang menentukan  kecakapannya berpikir adalah makhluk yang sadar akan dirinya sendiri, yaitu dapat mempertimbangkan dirinya sendiri sebagai objek.

Demikianlah pribadi mendapat kebebasan dan autonomi dengan pertumbuhan ego yang berpengetahuan dan berkemauan, suatu kebebasan dan autonomi yang perlu untuk melengkapi dorongan hidup dan insting yang tidak cukup maupun alat-alat badan yang tidak cocok pada manusia, jika dibandingkan dengan hewan. Kesadaran nilai-nilai yang terpusat dalam ego itulah yang kita namakan etika pribadi, sutu system nilai-nilai pribadi yang terorganisasi dan terintegrasi didalam kata hati. Malu adalah kesadaran kehilangan harga diri sebagai akibat ketidak berharganya kita dimata orang lain. Malu dekat sekali sifatnya dengan perasaan bersalah.kehilangaan harga diri adalah kesadaran bahwa individu itu gagal sebagai makhluk yang  bebas, berbudi untuk mengambil `keputusan dan bertindak sesuai dengan nilai-nilai yang tertinggi.

Pertumbuhan mahkluk hidup bukan semata-mata berupa pertumbuhan pembawaan  keturunannya. Pertumbuhan individu juga menyangkut dengan watak atau pribadinya. Watak ialah pribadi yang dievaluasi atauuj dinilai dan pribadi ialah watak yang dievaluasi yaitu dile-paskan dari penialian. Watak sering dijadikan ukuran nilai seorang individu dalam masyarakat. Seseorang dikatakan berwatak (baik) bila menunjukakan kecenderungan berkalakuan baik, dilihat dengan ukuran orang disekelilingnya. Demikianlah pengertian watak itu dekat sekali dengan pegertian berkalakuan baik, orang yang baik. Pengertian watak juga menekankan kekuatan itikad untuk mencapai nilai-nilai yang dikehendaki, yaitu tujuan kelakuan. Sifat watak itu ialah kecenderungan untuk bertindak dengan itikad yang kuat menuju tujuan yang dianggap bernilaioleh masyarakat.

Yang kita sebut watak bukan sesuatu yang dituju oleh kelakuan kita atau dari mana tindakan kita berasal tetapi adalah pertimbangan yang diucapkan orang lain terhadap kita berdasarkan kelakuan kita. Watak selanjutnya dibeda-bedakan menurut status atau kedudukan dan peranan seseorang dalam masyarakat. Kata hati sebagai suara batin adalah penjelmaan kesadaran etik pribadi. Watak sebagai penafsiran kelakuan pribadi oleh seseorang atau beberapa pengamat adalah berdasarkan kesadaran etika masyarakat atau pengamat. Masyarakat bukanlah satu-satunya yang membentuk individu menjadi sebuah pribadi tetapi lingkungan dalam keluarganya juga turut membantu mebentuk pribadi sesorang. Dasar pribadi yang sehat adalah hidup yang sadar dan berencana, yang memperhitungkan potensi-potensi individu itu sendiri maupun potensi-potensi disekitarnya, sehingga konflik atau permasalahan yang ada atau yang timbul dapat diatasi dengan baik. Sesungguhnya hidup etika itu adalah hidup yang positif. Kehidupan etika harus terus-manarus berkembang menciptakan nilai-nilai dalam kehidupan pribadi maupun dalam kehidupan masyakat. Kehidupan yang produktif, yang terus menerus menciptakan nilai-nilai dan arti hidup yang memberikan kebahagiaan.kepada manusia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: