KEWIRAUSAHAAN

ENTERPRENEURSHIP (Kewirausahaan)

Pengertian :

→ Wira usaha adalah kemampuan kreatif / inovatif, kiat dasar, sumber daya dalam mencari peluang menuju sukses.

→ Kreaktif adalah ide baru (merupakan ide baru) atau sama dengan peluang menuju sukses.

→ Inovatif adalah penerapan kemampuan kreaktifitas.

Hingking New hing (kreaktif)

Doing New hing (inovatif)

Apa fungsi / peran wirausaha ?

  1. sebagai inovator (penemu hal-hal baru) adalah sesuatu yang baru dapat diciptakan melalui teknologi baru atau yang belum ada sebelumnya.
  2. Pleaner / perencana yaitu merancang produk baru.

Proses-proses kewirausahaan dapat di tempuh melaui beberapa hal yaitu :

  1. Proses imitasi / duplikasi
  2. proses pengembangan
  3. proses penciptaan

Bagaimana cara merintis usaha baru ?

dapat dilakukan dengan :

  • merintis sejak awal.
  • membeli dari perusahaan lain yang sudah ada.
  • kerja sama manajemen / tranchi ching.

Akuisisi → proses pengambilan hak.

merger → penggabungan-penggabungan perusahaan dan mengambil satu nama.

Kewirausahaan atau yang biasa disebut Independent Academic dicipline yaitu ilmu yang berdiri sendiri, mengapa dikatakan demikian? Ada empat macam alasan dalam hal ini yakni :

  1. Kewirausahaan mempunyai Body of knowlage yang distinctive (lengkap, utuh, dan nyata) yang meliputi teori, konsep, serta menggunakan metode penelitian.
  2. Kewirausahaan mempunyai dua konsep yaitu : Venture start up → dimana kewirausahaan itu dapat dimulai dari awal dan Venture growth, → kewirausahaan dalam pengembangan.
  3. Dalam suatu kewirausahaan ada objek tersendiri yaitu kemampuan seseorang untuk memikirkan dan mengembangkan dan menciptakan yang baru.
  4. Kewirausahaan adalah alat untuk pemerataan kesempatan berusaha dan merubah kesejahteraan masyarakat. Backbone economy → syarat pusat perekonomian dan Tailbone economy → pengendalian perekonomian.

Kewirausahaan (enterpreneurship) pertama kali diperkenalkan oleh CANTILON yang berasal dari perancis pada tahun 1955 dimana istilah-istilah kewirausahaan atau enterpreneurship diberikan kepada para pedagang didaerah-daerah yang membeli barang dan menjualnya ditempat lain dengan harga yang berbeda atau lebih tinggi.

Kewirausahaan dilihat dari dua konteks :

  1. Manajemen bahwa kewirausahaan adalah kemampuan seseorang untuk mengelola sumber daya antara lain financial / money, Labor / tenaga kerja, dan material / bahan baku, sehingga kesemua sumber daya dapat berubah menjadi produk baru atau organisasi baru.
  2. 2. Bisnis → dimana menurut Sri Edi Swasono bahwa semua kewirausahawan itu adalah pengusaha akan tetapi tidak semua pengusaha itu adalah digolongkan sebagai wirausahawan. Yang dikategorikan termasuk wirausahawan menurut beliau yakni :
    1. Seseorang yang mampu menanggung resiko.
    2. Seseorang yang tergolong inovator.
    3. Pelopor bisnis baru.
    4. Seseorang yang mempunyai visi (pandangan) kedepan.
    5. Seseorang yang mempunyai keunggulan / prestasi dibidang usaha.

Apa saja objek studi kewirausahaan J ?

– Nilai-nilai atau kemampuan seseorang (ability) dimana nilai-nilai itu diaplikasikan dalam bentuk tindakan atau perilaku.

Kemampuan dalam kewirausahaan yaitu :

  1. Kemampuan seseorang dalam / untuk merumuskan tujuan usaha.
  2. Kemampuan untuk memotivasi diri.
  3. Kemampuan untuk berinisiatif.
  4. Kemampuan untuk berinovasi.
  5. Kemampuan untuk membentuk modal uang atau barang modal.
  6. Kemampuan untuk selalu mengatur waktu secara efisien atau berperilaku disiplin.
  7. Kemampuan mental yang dilandasi oleh agama.
  8. Kemampuan untuk membiasakan diri mengambil hikmah dari sesuatu yang menyakitkan.

Mengapa orang berwirausaha ? J

  1. Alasan keuangan : sebagai sumber pendapatan (sumber utama), sebagai pendapatan tambahan, dan untuk meningkatkan stabilitas keuangan.
  2. Alasan sosial : untuk penghormatan / gengsi, dan memberikan pekerjaan kepada orang lain atau masyarakat.
  3. Alasan pelayanan : bahwa seseorang yang berwirausaha bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat, dan meningkatkan perekonomian masyarakat.
  4. Sebagai pemenuhan diri : dimana masyarakat dapat mandiri dengan berwirausaha.

Apa saja faktor penyebab gagalnya dalam memulai usaha baru ?😉

  1. Seseorang tidak kompeten dalam hal bagaimana memulai hal yang baru → tentang managerial.
  2. Kurang berpengalaman didalam kemampuan teknik dan koordinasi.
  3. Kurang pengetahuan dalam pengendalian keuangan.
  4. Gagal didalam perencanaan. → apabila gagal di perencanaan maka dimungkinkan gagal di berikutnya.
  5. Lokasi yang kurang strategis.
  6. Sikap yang kurang bersungguh-sungguh didalam berwirausaha.

Pada saat usaha itu berjalan dapat juga mengalami kemunduran dan berakhir pada kegagalan didalam berwirausaha, faktor-faktor tersebut antara lain :

  1. Pendapatan yang tidak menentu.
  2. Kerugian akibat hilangnya modal investasi.
  3. Perlunya kerja keras dan waktu yang lama.
  4. Kwalitas yang tetap rendah meskipun usahanya mantap.

Dibalik kegagalan tersebut diatas ada beberapa keuntungan berwirausaha (sisi positif) sehingga orang tertarik untuk berwirausaha antara lain yaitu :

  1. Dalam hal otonomi → sikap mandiri (terlepas dari pihak lain).
  2. Tantangan awal dan motif berprestasi.
  3. Adanya kontrol financial → keuangannya di kontrol sendiri.

Bila ada keuntungan maka ada juga kerugian dari berwirausaha yaitu :

  1. Pengorbanan personal → karena perhatiannya tercurah pada wirausaha maka tidak ada waktu untuk kepentingan lain misalnya keluarga, rekreasi, rilex, dll.
  2. Beban tanggung jawab → misalnya tanggung jawab keuangan.
  3. Kecilnya margin keuntungan.

Menurut fungsinya kewirausahaan dapat digolongkan menjadi  :

  1. Kewirausahaan rutin adalah salah satu jenis wirausaha yang merubah pola-pola hidup perusahaan dari yang masih tradisional menjadi lebih modern.
  2. Kewirausahaan arbitrase merupakan salah satu jenis kewirausahaan yang mencari / memamfaatkan ke tidak seimbangan pasar, dimana ketidakseimbangan pasar terjadi apabila suply lebih besar dari Deman (permintaan), dan bila Deman lebih besar dari suply.
  3. Kewirausahaan inovatif adalah kewirausahaan yang sesungguhnya yaitu mampu menciptakan produk baru yang belum pernah ada.

Menurut Zimmerer kewirausahaan dibagi atas tiga jenis yaitu :

  1. Part time enterpreneur → adalah kewirausahaan yang dijalankan karena sebagai hobby atau pekerjaan sampingan dan bukan pekerjaan umum.
  2. Home base new venture → adalah kewirausahaan yang tidak memiliki kantor tetap tetapi dirintis dari rumah.
  3. Copreneur → adalah kewirausahaan yang dijalankan oleh dua orang dimana dua orang ini adalah sebagai pemilik dan juga sekaligus yang menjalankan perusahaan itu.
  4. Family owned business → adalah salah satu jenis wirausaha yang dirintis oleh satu keluarga secara turun temurun.

Ahli ekonomi Schumpeter menerangkan bahwa peranan kewirausahaan dalam suatu perekonomian meliputi :

kewirausahaan adalah siapa saja yang mampu menciptakan kemungkinan – kemungkinan baru.

kemungkinan baru disini yaitu :

  • seseorang yang menciptakan produk baru dan berbeda dari sebelumnya.
  • siapa saja yang mampu menciptakan metode-metode produksi baru.
  • siapa saja yang mampu menciptakan teknologi baru.
  • siapa saja yang dapat mencari daerah pemasaran yang baru.
  • siapa saja yang mampu menciptakan organisasi produksi baru.

Pendapat dari Jhon Baptisley Say

kewirausahaan adalah siapa saja yang mampu menggeser sumber ekonomi dari yang tidak produktif menjadi berlimpah ruah.

fungsi makro dan mikro dari kewirausahaan yaitu :

fungsi makro :

  • sebagai pendorong, penggerak, dan pengendali perekonomian
  • dari usaha kecil secara kwalitatif mempunyai tiga fungsi yaitu 1). meningkatkan efisiensi ekonomi; 2). memperkokoh perekonomian yaitu sebagai transformator antar sektor {forward lingkage (keterkaitan kedepan) dan backward lingkage (keterkaitan kebelakang)}; 3). mampu memeratakan distribusi pendapatan

Fungsi Mikro :

yaitu sebagai penemu dan perencana (inovator dan Planer)

Sikap dari seorang wirausahawan yakni :

  1. Commitment & Determination → seorang wirausahawan harus memiliki tekad yang kuat atau bulat.
  2. Desire for responsibility → seorang wirausahawan harus bertanggung jawab didalam perusahaannya atau usahanya.
  3. Opportonity Obsession → seorang wirausahawan selalu berambisi untuk mencari peluang atau kesempatan.
  4. Tolerance of risk & Uncertainty → seorang wirausahawan harus tahan resiko dan ketidak pastian.
  5. Self confidience →seorang wirausahawan mempunyai keyakinan yang kuat dan optimis tidak mengandalkan kemampuan orang lain.
  6. Creativity & Flexibility → seorang wirausahawan harus peka terhadap kemauan konsumen dan mengembangkan idenya.
  7. High Level of Energy → seorang wirausahawan punya energi yang kuat dan tidak mudah mengalah.
  8. Desire for Immediately feed back → seorang wirausahawan selalu mengetahui / ingin mengetahui umpan balik dari usahanya.
  9. Motivation to exel → seorang wirausahawan selalu termotivasi untuk unggul.
  10. Orientation to the future → seorang wirausahawan harus selalu berorientasi kemasa depan yaitu kemauan untuk tumbuh dan berkembang.
  11. Whlingness to learn from failure → seorang wirausahawan harus mengerti dari kegagalan / belajar dari kegagalan.
  12. Leader Ship Ability → mempunyai kemampuan untuk berpikir atau memimpin (Mediator, Negosiator).

dari 12 sikap dan kemampuan tersebut maka wirausahawan bisa memperoleh peluang atau kesempatan dengan cara :

  1. menciptakan produk apa saja yang baru dan berbeda. (perbedaan disini punya nilai dan berkesan dihati konsumen).
  2. Mengamati pintu peluang → seorang wirausahawan dapat mengamati kelemahan dari pesaing-pesaingnya.
  3. menganalisa produk dan proses produksi caranya yaitu menentukan beberapa jumlahnya yang diproduksi dan bagaimana kwalitas / mutu barang yang diproduksi dan berapa biaya yang dikeluarkan untuk produksi suatu barang.
  4. manafsir biaya awal → caranya yaitu dari mana sumber biaya itu dan untuk apa biaya itu.
  5. memperhitungkan resiko yang mungkin terjadi, resiko disini  ada tiga yaitu : resiko pesaing → bisa terjadi bila pesaing menawarkan barang lebih unggul dari pada yang kita tawarkan; resiko teknik produksi  → bisa terjadi dalam kegagalan produksi; resiko financial → bisa terjadi bila terjadi ketidak cukupan dana dalam proses produksi.

Satu Tanggapan

  1. numpang baca

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: