Tehnik Penangkaran Semi Alami Macrocephalon Maleo

P1150049Tehnik Penangkaran Semi Alami Marcrocephalon Maleo / Burung Maleo ini di sampaikan oleh Bapak Herman Sasia, Polisi Kehutanan yang sehari-hari bertugas di Balai Taman Nasional Lore Lindu Prop. Sulawesi Tengah.

Dimana Beliau saat ini masih aktif melakukan penangkaran terhadap satwa langka khas sulawesi ini bersama rekan-rekannya…. di Desa Saluki Kec. Gumbasa Kab. Sigi…🙂

Populasi burung maleo (Macrocephalon maleo) populasinya sampai saat ini semakin terancam, olehnya sangatlah perlu dilakukan upaya-upaya pengembangan.

Di Saluki Desa Tuva di wilayah Taman Nasional Lore Lindu telah dilakukan upaya pengembangan populasi burung maleo melalui penangkaran semi alami.

Dalam upaya penangkaran semi alami beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah :

  1. Pemilihan Telur : Telur maleo yang diletakkan dalam tanah di alam, diambil dan dipilih yang baik untuk dipindahkan pada lokasi yang aman. Syarat telur yang baik yang akan di tetaskan dalam kandang adalah : kulit telur bagus dan mulus, tidak ada retak atau lubang jarum.
  2. Pembuatan lubang penanaman telur : Ada beberapa hal yang perlu di perhatikan dalam pembuatan lubang penanaman telur, antara lain Lubang digali sedalam 20 – 35 Cm; Suhu udara dalam lubang sekitar 32 s/d 35 derajat celcius; Dalam lubang dibuatkan rongga udara.
  3. Tehnik peletakan telur burung maleo : Telur maleo diletakkan sedapat mungkin sesuai dengan aslinya dialam, beberapa tehnik dapat dilakukan namun perlu diperhatikan hal-hal antara lain → Peletakan telur tidak boleh terbalik, bagian telur yang tumpul diatas dan bagian telur yang runcing diletakkan di bawah; Posisi telur diletakkan agak miring.
  4. Tehnik penimbunan telur : Penimbunan telur burung maleo dilakukan secara hati-hati; Tanah atau pasir untuk menimbun jangan tercampur dengan benda keras, seperti batu atau kelikir; Pada bagian bawah dekat telur tanah dipadatkan.
  5. Waktu / umur telur dalam lubang : Telur burung maleo akan menetas pada kisaran 67 – 90 hari.
  6. Pemunculan anak maleo dari lubang penetasan : Berdasarkan pengalaman dan pengamatan lapangan, anak burung maleo keluar dari lubang melalui proses sebagai berikut →  a). Anak burung maleo menggali tanah / pasir keatas permukaan tanah;  b). Setelah beberapa saat burung maleo membuat lubang udara sebesar puntung rokok agar mendapat udara yang banyak;  c). Setelah beberapa saat anak burung maleo mengeluarkan paruhnya (mulut) diatas permukaan Tanah;   d). Setelah beberapa saat anak burung maleo mengeluarkan kepalanya dari permukaan tanah;  e). Setelah beberapa saat anak burung maleo keluar dari dalam lubang penetasan;   f). Setelah beberapa saat kemudian anak burung maleo langsung terbang kealam bebas.
  7. Hasil pengembangan penangkaran semi alami burung maleo : Penangkaran semi alami burung maleo di Saluki Taman Nasional Lore Lindu, telah melepaskan sekitar 400 ekor anak burung maleo. Pelepasan pertama dilakukan oleh Bupati Donggala pada bulan Desember 2004 sebanyak 67 ekor.

Saran tambahan : Ikuti petunjuk mulai dari tehnik pemilihan telur burung maleo (benih) sebagaimana dianjurkan; Lakukan penanaman telur burung maleo (benih) pada lokasi ” Habitat burung maleo ” atau buat media penanaman telur burung maleo; Hubungi petugas lapangan TN Lore Lindu setempat untuk mendapat informasi lebih lanjud; Semoga bermanfaat bagi kita dan burung maleo tetap lestari.

Dokumentasi Bapak Herman Sasia :

P2150999

P1060933wah mantap ini bapak kita (herman sasia), dalam upaya-nya melestarikan burung maleo di desa saluki Kec. Gumbasa Kab. Sigi Propinsi Sulteng, dimana saat ini Juli 2009 telah tercatat 70 ekor yang telah di lepas ke alam bebas, dan dipenangkaran saat ini (Juli 2009) hanya anakan burung 10 ekor yang dipersiapkan untuk dilepas, sementara telur yang terbenam dalam tanah menunggu menetas (secara semi alami)mencapai 106 butir….
keterangan ini saya peroleh langsung dari Beliau (Bapak Herman Sasia) dimana saat ini beliau selain aktif dalam pelestarian hewan langka khas sulawesi, juga tengah menuntut Ilmu bersama kami di Fakultas Hukum.

P1060940

Apa anda tertarik untuk melestarikan satwa langka ini ?

is up to you…..🙂

baca mengenal burung maleo

2 Tanggapan

  1. Kalau saya lihat antara burung gosong maluku dan maleo di Sulawesi dari segi gambar / foto (saya belum pernah lihat langsung yang di maluku) kedua burung tersebut sangat banyak sekali kemiripannya, jadi menurut saya kedua burung itu satu spesies kemungkinan juga sama hanya saja habitat dan namanya yang berbeda.😀

  2. wow. usaha yang luar biasa.
    saya dari Maluku. di Maluku juga ada salah satu spesies maleo yaitu Eulipoa wallacei (Burung Gosong Maluku). bahkan saya menjadikannya sebagai objek penelitian untuk gelar S1. Semoga kita bisa saling bertukar informasi.
    salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: