Hukum Islam

Hukum Islam dalam bahasa Arab yaitu ALFIQHI AL ISLAMI atau AL SYARI AL ISLAMI dan dalam bahasa Inggris disebut ISLAM LAW

→Secara etimologi Syariah berarti jalan ketempat mata air / tempat yang dilalui air.

→Secara terminologi syariah berarti seperangkat norma ilahi untuk mengatur manusia dengan Tuhannya, manusia dengan manusia dan manusia dengan lingkungannya.

Menurut Saltuf →

  1. Syariah itu diturunkan Allah.
  2. Syariah menjadi pedoman manusia.
  3. Pedoman dalam lingkungan atau masyarakat dimanapun berada.

→Pengertian etimologi Fiqhi adalah faham, pengertian, pengetahuan sedangkan

→Secara terminologi Fiqhi berarti Hukum-hukum syariah yang bersifat praktis atau alamiah dan dalil-dalil yang terinci.

→Perbedaan dari Syariah dan Fiqhi yaitu :

SYARIAH

FIQHI

→Sumbernya dari Allah

→Kebenarannya mutlak

→Satu saja

→Bersifat tetap / tidak berubah

→Ruang lingkupnya lebih luas

→Sumbernya dari manusia

→Kebenarannya relatif

→Bermacam-macam

→Berubah-ubah sesuai dengan perkembangan pikiran manusia

→Ruang lingkupnya sempit.

→Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengertian dari Hukum Islam adalah peraturan yang berdasar wahyu Allah dan Sunnah Rassul tentang tingkah laku mukalah yang diyakini dan diakui mengikat bagi setiap pemeluk agama Islam.

Ciri-ciri dan tujuan Hukum Islam :

Ruang lingkup hukum Islam :

  1. Aqidah
  2. Syariah
  • Hukum Ibadah(Mahdah)

a).  Syahadat

b).  Shalat

c).  Zakat

d).  Puasa

e).  Haji

  • Hukum Muamalah

a).  Pernikahan (terdapat dalam Kompilasi Hukum Islam Pasal 40 & 44)

b).  Jual-beli, Sewa-menyewa, dll

c).  Inayah (Pidana Islam)

d).  Siyasah

3.  Akhlaq

Ciri-ciri hukum Islam yaitu :

  1. Hukum Islam adalah bagian dari sumber ajaran Islam.
  2. Hukum Islam tidak bisa dipisahkan
  3. Hukum Islam mempunyai dua istilah yaitu syariah dan fiqhi
  4. Hukum Islam mempunyai dua bagian yang utama.
  5. Hukum Islam mendahulukan kewajiban baru kemudian hak
  6. hukum islam terdiri dari hukum taklifi atau taklif yaitu hukum yang mengandung kaidah-kaidah hukum yang menentukan perbuatan manusia.

Tujuan Hukum Islam menurut Abu Isak :

  1. Memelihara agama
  2. Memelihara jiwa
  3. Memelihara akal
  4. Memelihara keturunan
  5. Memelihara harta

Dalam memelihara keturunan dalam hukum islam dikenal golongan anak sebagai berikut :

  1. Anak musuh
  2. Anak fitnah                                    No. 1-3 =  Dari orang tua yang mandul
  3. Anak hiasan / hiasan dunia
  4. Anak saleh

Memelihara harta dalam hukum islam yaitu :

  1. Jika membelanjakan harta mesti mendekatkan diri dengan Allah SWT
  2. Apabila nilainya mencapai 80 gram emas dalam 1 tahun harus di keluarkan 2,5 % (dizakatkan).

Sumber Hukum Islam :

Sumber→ tempat pengambilan atau dalam hukum islam disebut dalil.

→Alqur’an memuat 30 jus 344 pasal dan 6666 ayat, nama lain dari alqur’an yaitu

  1. Alkitab
  2. Furqon → pemisah
  3. Huda → Penunjuk
  4. Asikir → peringatan

Alqur’an diturunkan dalam dua periode yaitu :

  1. Periode mekkah
  2. Periode Madinah

Isi Pokok dalam Alqur’an ada lima masalah yaitu :

  1. Masalah ke Thoyidan → keimanan
  2. Masalah peribadatan
    • Khusus → Shalat, Zakat, Puasa, dll
    • Umum → Semua yang dikerjakan oleh manusia karena niat semata untuk Allah.
  3. Janji dan ancaman
  4. Jalan menuju kebahagiaan dunia akhirat
  5. Sejarah bercerita masa lalu untuk menjadi pelajaran bagi orang yang masa kini dan masa datang

Fungsi Alqur’an :

  1. Menjadi petunjuk bagi umat manusia (untuk dipelajari isinya = Al Bhagarah ayat 25)
  2. Sebagai pemisah atau pembeda antara hak dan yang batal
  3. Sebagai peringatan bagi orang-orang yang bertaqwa Al haqah ayat 48
  4. sebagai obat atau penawar
  5. Merupakan pengajaran / penasehat
  6. Sebagai koreksi bagi kitab-kitab yang turun dan diselewengkan
  7. Bahan renungan bagi orang-orang yang berpikir
  8. Sebagai sumber penyelamat
  9. Sebagai mukzizat yang terbesar bagi Rasullah Nabi Muhammad.

Azas Hukum Islam :

→Azas adalah suatu kebenaran yang digunakan sebagai tumpuan berpikir dan alasan pendapat.

1.   Azas Umum

  • Azas Keadilan
  • Azas Kepastian Umum
  • Azas Kemamfaatan

→Azas kepastian hukum terdapat dalam surat Bani Israil yang berbunyi “tidaklah kami menjatuhi suatu hukuman kecuali kami mengutus seorang rasul untuk menjelaskan aturan dan ancaman”.

2.   Azas dalam lapangan hukum pidana

a.   Azas legalitas

→tidak ada pelanggaran dan hukuman sebelum ada peraturan perundang-undangan yang mengaturnya.

b.   Azas larangan memindahkan kesalahan pada orang lain

→setiap jiwa terikat pada apa yang ia kerjakan dan setiap orang tidak akan memikul dosa atau kesalahan yang dibuat oleh orang lain (surat Al Mudasir 38).

c.   Azas praduga tidak bersalah

→seorang tidak boleh serta merta menuduh orang lain melakukan kesalahan.

3.   Azas hukum perdata

a.   Azas kebolehan atau mubah.

b.   Azas kemaslahatan hidup

c.   Azas kebebasan dan kesukarelaan

d.   Azas menolak mudarat mengambil mamfaat (mudarat = keburukan)

e.   Azas kebajikan

f.    Azas kekeluargaan

g.   Azas adil dan berimbang

h.   Azas mendahulukan kewajiban dari hak

i.    Azas larangan merugikan diri sendiri dan orang lain

j.    Azas kemampuan berbuat

k.   Azas kebebasan berusaha

l.    Azas mendapatkan hak karena usaha dan jasa

m.  Azas perlindungan hak

n.   Azas hak milik perfungsi sosial

o.   Azas yang beritikad baik harus di lindungi

p.   Azas resiko di bebankan pada denda atau harta tidak pada tenaga atau bekerja

q.   Azas mengatur dan memberi petunjuk

r.    Azas tertulis atau diucapkan didepan saksi

Hukum perkawinan :

perkawinan adalah salah satu bentuk pertalian suci / perjanjian antara perempuan dan laki-laki.

hukum perdata dalam perkawinan :

  1. kesukarelaan = pihak laki-laki dan perempuan harus sama-sama atau sukarela untuk saling mencintai.
  2. persetujuan kedua belah pihak.
  3. kebebasan memilih
  4. kemitraan suami istri = harus ada kebersamaan dalam membina kelangsungan rumah tangga.
  5. untuk selama-lamanya
  6. Pologami terbuka.

AL AHKAM AL KHAMSAH

→Al Ahkam Al Khamsah atau biasa disebut Hukum Taklifi adalah ketentuan hukum yang menuntut para mukallaf atau orang yang dipandang oleh hukum cakap melakukan perbuatan hukum baik dalam bentuk hak, kewajiban maupun larangan.

→kelima hukum taklifi antara lain

  1. Wajib (fardhu)

→Wajib (fardhu) dalam hukum islam yakni sesuatu yang diperintahkan oleh Allah kepada manusia mukallaf untuk mengerjakannya.

Wajib menurut waktunya dibagi dua yaitu :

  • Waktunya luas → contohnya Shalat
  • Waktunya sempit → contohnya Puasa

2.   Sunnah (mandub)

→Sunnah / mandup adalah suatu perbuatan yang dianjurkan oleh Allah atau Rasulnya pada manusia atau mukallaf namun bentuk anjuran itu diimbangi dengan pahala kepada orang mukallaf yang mengerjakannya dan tidak mendapatkan dosa bagi orang yang meninggalkan.

Sunnah terbagi atas :

  • Sunnah muakkad → suatu ketentuan hukum islam yang tidak mengikat tapi penting karena rasullah senantiasa melakukannya, contohnya Adzan
  • Sunnah zaidah → karena Nabi biasa melakukannya dan biasa meninggalkannya, contohnya puasa pada hari senin dan kamis.
  • Sunnah fadlilah → ketentuan hukum yang mengikuti tradisi Nabi dari segi-segi tradisi budayanya, contohnya berpakaian putih, cara makan, cara tidur Nabi, dll

3.  Haram

→ Haram adalah suatu tuntutan hukum islam kepada orang mukallaf untuk meninggalkannya dengan tuntutan mengikat dan bagi yang meninggalkannya mendapat imbalan pahala dan bagi yang melanggarnya mendapat dosa.

Haram dibagi dua yaitu :

  • Haram Lizatih → Zatnya yang diharamkan contohnya mayat / bangkai.
  • Haram Ligairih → Asalnya bukan haram contohnya Wanita.

4.   Makruh

→ Makruh adalah suatu perbuatan yang dilarang oleh Allah atau Rasullnya kepada manusia mukallaf namun bentuk larangan itu tidak sampai kepada haram, contohnya makan bawang sebelum shalat, merokok, makan kuda, dll

5.   Jaiz / mubah

→ Jaiz / mubah adalah sesuatu perbuatan yang di bolehkan untuk memilih oleh Allah dan rasullnya kepada manusia mukallaf untuk mengerjakan atau meninggalkannya. ketentuan mubah ada tiga yaitu :

  • meniadakan dosa bagi suatu perbuatan
  • pengungkapan halal bagi suatu perbuatan dan
  • tidak ada pernyataan bagi suatu perbuatan

→ contoh mubah = makan/ tidur saat jam sholat, menikah lebih dari satu, dll

Azimah & Rukhsah

Azimah adalah hukum yang disyariatkan oleh Allah kepada hambanya sejak semula sedangkan Rukhsah adalah perubahan hukum menjadi lebih ringan sebab ada uzur (sebab).

Sebab adalah sesuatu yang tampak dan jelas dijadikan hukum islam sebagai penentu adanya hukum islam. contoh : ketentuan waktu shalat, baru ada hukum wajib melaksanakan shalat setelah masuk waktu shalat.

sebab di bagi dua yaitu :

  1. diluar kemampuan orang mukallaf contoh : sebab adanya waktu shalat maka orang di wajibkan shalat; sebab adanya akad nikah maka orang dihalalkan berhubungan.
  2. sesuai kemampuan orang mukallaf contoh : sebab bepergian adanya keringanan untuk berpuasa.

Syarat

→ sesuatu perbuatan hukum yang terwujud dan tidak terwujud atau sesuatu perbuatan hukum yang tidak tergantung padanya. contoh : zakat.

Mani

→ sesuatu perbuatan hukum yang dapat menghalangi perbuatan hukum yang lain adanya mani mengakibatkan perbuatan hukum yang lain tidak dapat dijalani. misalnya istri membunuh suami maka ia tidak akan mendapat warisan.

Hukum Wadhi

hukum wadhi adalah perintah Allah yang mengandung pengertian bahwa terjadinya sesuatu merupakan sebab, syarat, atau penghalang.

Azas-azas Hukum Perkawinan

Perkawinan adalah salah satu bentuk pertalian suci / perjanjian antara perempuan dan laki-laki.

→ hukum perdata dalam perkawinan :

  1. Kesukarelaan → pihak laki-laki dan perempuan harus sama-sama atau sukarela untuk saling mencintai.
  2. Persetujuan kedua belah pihak
  3. Kebebasan memilih
  4. Kemitraan suami istri → harus ada kebersamaan dalam membina kelanggengan rumah tangga
  5. Untuk selama-lamanya
  6. Pologami terbuka.

Kewajiban seorang muslim :

  1. Meyakini Alqur’an.
  2. Mempelajari Alqur’an
  3. Mengamalkan Alqur’an
  4. Mendakwahkan Alqur’an
  5. Memelihara Alqur’an
  6. Mempertahankan Alqur’an

7 Tanggapan

  1. kami perlu memahami masalah periode hukum islam

  2. @Herin Elfani : terima kasih…🙂 atas kunjunganx dan salam kenal balik…

  3. oh..rupax nak hukum jg y bli..salam kenal..aQ kuliah d hukum jg tp d Universitas Andalas..Sumbar

  4. study nya ttg agama y Bli????

  5. terima kasih komentarnya, dilain waktu dan kesempatan, saya coba tambahkan…. karena saya masih belajar…🙂

  6. bisa gag di kasih tulisan tentang pertumbuhan dan perkembangan hukum islam tentang shalat,zakat, dan puasa….???

  7. bagi yang baca maaf tulisannya agak berantakan maklum baru belajar….🙂🙂🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: