LEBAI MALANG

PAK LEBAI MALANG

dikisahkan di suatu daerah ada seorang lelaki bernama lebai malang…sebagaimana ia diberi nama begitu pula nasibnya…pak lebai malang mempunyai tempat tinggal / domisili di dua tempat yang berbeda. yakni di kampung hulu dan kampung hilir yang dipisahkan oleh sungai…..

suatu hari dalam waktu yang bersamaan kedua tempat tinggalnya tersebut mengadakan acara “syukuran” terhadap hasil panen, yang kebetulan kedua kampung tersebut sebagian besar warganya adalah sebagai petani sehingga dapat dikatakan kedua kampung tersebut kesehariannya adalah bercocok tanam.

Pada acara syukuran yang diadakan oleh kedua kampung tersebut pak lebai pun mendapat undangan dari kedua kampungnya seminggu sebelum pesta tersebut berlangsung, Sebagaimana ia memiliki domisili / tempat tinggal rangkap / ganda.

Sialnya acara tersebut diadakan pada waktu yang hampir bersamaan, yang pada saat itu dilaksanakan siang hari…
Tanpa adanya persiapan yang matang, pak lebai pun tak terlalu menanggapinya…, dalam pikirannya bahwa ia juga mendapat hak dan kewajiban yang sama seperti warga kampung lainnya…pak lebai amat senang mendapat undangan tersebut bahkan dobel.
Seminggu kemudian pada hari yang ditentukan…pak lebai pergi keladangnya dengan mengendari sampannya / perahunya karena ladangnya terletak diseberang sungai. Sesampainya diladangnya pak lebai pun teringat bahwa ia mendapat undangan pada hari itu…kemudian ia bergegas pergi ketempat ia memarkir sampan / perahunya….selanjutnya ia mengayuhnya perahunya tanpa banyak berpikir lagi. namun setibanya dipersimpangan sungai (kebetulan sungai tersebut terdiri dari banyak anak sungai, sungai besar dan sungai kecil), ia baru mulai berpikir kampung mana yang mau ia datangi terlebih dahulu… kemudian ia mengambil keputusan bahwa ia akan mengunjungi kampung hulu terlebih dahulu…tak lama berselang ia bergegas mengayuh perahunya/sampannya kearah kampung hulu…karena dikampung itu Ia akan mendapatkan dua buah tanduk kerbau…(kebetulan pak lebai suka mengoleksi tanduk) tapi belum juga sampai ditempat tujuan (masih ditengah jalan…), pak lebai berpikir kembali jika ia kekampung hulu…maka ia sudah pasti mendapatkan dua buah tanduk kerbau tapi dagingnya sedikit, nah timbul kembali ide dan unek-uneknya untuk memutar arah kekampung hilir karena dikampung hilir Ia akan mendapatkan daging yang banyak…walau hanya mendapat satu tanduk saja. Tanpa banyak menghayal yang lain-lain, pak lebai pun segera memutar sampan/perahunya menuju kehilir…namun lagi-lagi belum lah sampai ditujuan, lagi-lagi berkecamuk dipikirannya kalau Ia kekampung hilir, disitu memmang dagingnya banyak + satu tanduk tapi masakannya sungguhlah tidak enak…tidak ada pikiran lain lagi Ia langsung memutar sampan/perahunya ke arah hulu…dan mengayuhnya cepat-cepat karena hari telah siang…walau dipikirannya sebenarnya jika Ia ke hulu pastilah Ia mendapatkan daging yang sedikit walau enak + dua tanduk…belum juga tiba ditujuan Ia kembali memutar arah ke hilir..sungguh-sungguh tak tetap pendirian..begitu terus berulang-ulang sampai ia sadar bahwa hari mulai sore, kemudian Ia memutuskan dengan pasti bahwa Ia ke kampung hulu saja. Namun setibanya disana acara syukuran tersebut sudah lah selesai…tanpa ada sedikit makanan & tanduk yang tersisa lagi…@ludes…kemudian Ia berlarian menuju tempat Ia memarkir sampan / perahu dan bergegas mengayuhnya ke arah Hilir..betapa malangnya pak lebai…sama seperti kampung sebelumnya disini Ia tak juga mendapatkan apa, acara sudah selesai..hanya piring kotor yang tersisa..betapa sedihnya pak lebai..Ia pulang kerumah dengan tangan kosong…inilah cerita pak lebai malang yang bisa dipeting hikmah yang ada dalam cerita pendek ini. Agar supaya kita jangan menjadi lebai..nanti malang deh..maaf bukan kota malang ne…lebai itu bisa diartikan lebih atau berlebihan…

Satu Tanggapan

  1. rekayasa cerita bro…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: