Bisnis Nibung

BERBISNIS NIBUNG / PALAM / ONCORPERMA FILAMENTOSUM

Tinggal di daerah transmigrasi tak menyulutkan masyarakat Bali untuk tetap hidup rukun dengan penuh kebersamaan baik antara warga transmigran lainnya maupun dengan masyarakat setempat. Begitulah pula kehidupan sehari-hari antara warga pendatang dan penduduk asli di kec. Balinggi Jati yang antara lain terdiri dari RK Balinggi Jati, Loka Sraya, Cakra Sari, Murti Sari, Lebagu badak, Lembaga Sari, Padang Sari, Malakosa. Kec. Sausu : Desa Sausu Trans, Sausu Torono, Mertajati. Kec. Torue : Desa Purwosari, Torue, Tolai. “semua tempat transmigrasi masyarakat Bali di Kab. Parigi Moutong.

Kehidupan mereka yang nampak terlihat rukun dan saling membantu sebagai mahkluk sosial yang saling berinteraksi salah satunya akan saya bahas yakni dalam bidang Bisnis.

Bisnis ?

Ya Bisnis Nibung….. tentu anda yang baca belum tahu apa itu nibung? Nibung atau Palam atau dalam bahasa latin disebut Oncorperma Filamentosum. Baiklah biar anda yang memberikan nama sendiri, silahkan perhatikan gambar yang saya sertakan pada postingan ini. Bila anda tahu silahkan berbagi bersama disini nama pohon tersebut di daerah anda.

Nibung adalah pohon sebangsa kelapa, Aren/enau dimana batang dari pohon ini berduri dan daunnya seperti daun kelapa memiliki lidi tetapi daunnya saling sambung membentuk setengah lingkaran (lihat gambar). Dimana bagi masyarakat Bali kesemua pohon jenis ini merupakan kebutuhan yang selalu diambil daunnya untuk di gunakan sebagai hiasan pesta / upacara adat keagamaan, bahan sesajen, kuangen, dll oleh Masyarakat Bali. Saya tidak perlu menjelaskan lagi kegunaannya karena saya yakin anda tentu lebih mengetahuinya….. :)

Lanjut… !!!

Nibung menjadi pohon yang amat di cari daunnya, kelebihan dari daun pohon ini yakni lebih tahan lama (tidak cepat busuk), lebih elastis / tidak mudah patah di banding daun kelapa atau daun aren/enau. Nibung adalah pohon yang tumbuhnya sangat mudah (dapat hidup dimana saja seperti kelapa), bahkan mudah di temukan di hutan di kec. Balinngi Jati. Nibung kini tidak hanya di cari daunnya oleh masyarakat Bali namun telah juga di kelola oleh masyarakat setempat (bukan orang Bali) saya sebut saja salah satunya adalah suku Badak yang tinggal di kec. Balinggi Jati juga menekuni Bisnis ini. Tetapi bedanya mereka tidak menggunakan / mencari daunnya sebagai kebutuhan yang saya sebutkan diatas melainkan kebutuhan ekonomi yakni untuk di jual…!!! Kepada siapa? Ya betul… kepada masyarakat Bali tentunya. Inilah yang saya sebut sebagai Bisnis Nibung dengan hidup rukun antar sesama.

Bagaimana cara mereka mengolahnya? Tidak sulit….!!!

Caranya sama seperti halnya masyarakat Bali lakukan. Mula-mula mencari daun nibung (bisa dari kebun / setelah di tanam, bisa pula dari hutan), kemudian daun nibung di bersihkan, dan direbus agar daunnya menjadi lurus dan dapat di tambahkan pewarna saat perebusan sesuai permintaan pasar, kemudian di jemur hingga kering, biasanya jika yang tak di beri pewarna akan berubah warna menjadi coklat muda, kemudian setelah kesemua proses tersebut selesai tinggal di ikat biasanya dalam satu ikatan terdiri dari 25 s/d 30 batang nibung. Dan selanjutnya di jual ke pasar dengan harga yang bervariasi…. !!! per batang biasa di jual dengan harga mulai dari Rp. 5.000,- s/d Rp. 7.000,- sedangkan per ikat biasa di jual mulai dari Rp. 100.000,- s/d Rp. 120.000,-

Dewasa ini pemasaran nibung tidak hanya di seputaran Kab. Parigi Moutong namun banyak pula yang mengembangkan bisnis ini dengan cara membeli nibung dengan jumlah yang banyak dan menjualnya sampai ke Pulau Bali, selain itu banyak pula Orang bali yang datang ke Sulawesi hanya untuk membeli nibung. harga nibung di Bali jauh lebih mahal dari pada di sulawesi karena di Bali nibung sudah sangat langka.

Apakah anda tertarik dengan bisnis ini… !!! itu terserah anda…. Yang jelas bisnis ini tidak akan surut pelanggan (mudah memperolehnya dan mudah menjualnya serta tahan lama).

About these ads

3 Tanggapan

  1. mana saya nak dapat pokok ni ye,,,,penat saya cari

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: