KEBIASAAN –KEBIASAAN HIDUP BERMASYARAKAT SUKU GORONTALO

Pendahuluan

Membahas tentang kebiasaan kebiasaan hidup masyarakat suku Gorontalo saat ini tentu telah ada banyak perubahan dan pergeseran mengikuti perkembangan jaman, dibandingkan pada jaman dahulu dimana masing-masing individu masih mempertahankan nilai nilai leluhur yang berlaku didalam masyarakat. Namun demikian saat ini masih ada kebiasaan kebiasaan hidup dalam masyarakat yang terus dipelihara dan masih berlaku dalam kehidupan sehari hari.

Sistim kekerabatan masyarakat Gorontalo yang beraneka ragam profesi dan tingkat sosial tidak menjadi penghalang untuk tetap hidup dalam suasana kekeluargaan. Dan itu menjadi salah satu hal utama mengapa masyarakat Gorontalo selalu hidup rukun dan tidak pernah terjadi bentrok / konflik yang berskala besar.

Sistem kemasyarakatan yang terus terpelihara dan berjalan dengan baik hingga saat ini adalah hidup tergotong royong dan menyelesaikan segala persoalan / permasalahan secara bersama sama, musyawarah dan mufakat.

Adat istiadat  dan kebiasaan kebiasaan hidup yang masih dipertahankan dalam kehidupan masyarakat suku Gorontalo antara lain ialah :

Upacara perkawinan

Upacara perkawinan yang berlangsung di dua tempat yaitu di tempat mempelai pria dan wanita, masing masing keluarga mempelai mengadakan pesta dirumah sendiri sendiri. Dalam pesta tersebut selalu berlangsung meriah hingga berhari hari lamanya.

Beberapa hari sebelum pesta dilangsungkan semua keluarga dan kerabat telah datang berkumpul untuk membantu pelaksanaan pesta tersebut, baik ibu-ibu maupun bapak bapak selalu datang beramai ramai.

Dalam pesta itu mempelai pria dan wanita menggunakan pakaian adat Bili’u dengan tempat pelaminan yang juga dihias menggunakan adat Gorontalo.

Pesta yang berlangsung biasanya 3 hari itu dengan masing masing mempunyai sebutan setiap hari yang berbeda..

Nujuh bulanan atau dalam bahasa Gorontalo Tondhalo

Tondhalo ini dilaksanakan pada usia kandungan 7 bulan, dilaksanakan pada pagi hari dan pesta yang meriah dan tentu sangat berbeda dengan upacara nujuh bulan pada umumnya. Baik si ibu jabang bayi maupun suami sama sama menggunakan pakaian adapt dan menyertakan seorang anak perempuan kecil yang diusung oleh sang suami berkeliling rumah sebelum masuk kekamar menjumpai si ibu jabang bayi untuk memutus tali yang melingkar di perut yang terbuat dari daun kelapa.

Dalam upacara ini disediakan berbagai jenis makanan yang dihidangkan diatas 7 buah baki, kemudian makanan tersebut dibagi bagikan kepada para undangan termasuk anak perempuan kecil yang diusung oleh sang suami calon ayah dari jabang bayi.

A q i q a h

Upacara aqiqah biasanya dilaksanakan 1 bulan atau 40 hari usia anak yang baru dilahirkan, namun ada sebagian masyarakat yang melaksanakan aqiqah lebih awal bahkan ada yang lebih dari 40 hari bergantung kepada kemampuan orang tua si anak.

Upacara aqiqah untuk suku Gorontalo tentu berbeda dengan yang dilaksanakan pada umumnya.

Pada jaman dulu para orang tua melaksanakan upacara aqiqah itu pada 7 hari setelah anak dilahirkan, yang disertai dengan upacara naik ayunan atau yang disebut buye buye. Pada upacara ini sekaligus dilaksanakan sunat bagi anak perempuan.

Khitanan dan Beat

Meskipun kemajuan teknologi telah merambah ke suluruh pelosok Gorontalo, namun adapt istiadat yang telah ada sejak jaman nenek moyang tetap terpelihara dengan baik, bebagai upacara adapt masih tetap dilaksanakan, misalnya upacara Khitanan bagi anak laki laki dan Beat bagi anak perempuan. Dalam upacara ini masih ada sebagaian masyarakat yang menggunakan alat tradisional untuk mengkhitan anak laki-laki. Namun  seiring dengan kemajuan teknologi dan mengurangi resiko yang dapat berakibat fatal maka saat ini telah terjadi pergeseran dengan menggunakan alat yang lebih modern dengan menggunakan tenaga dokter.

Khusus upacara Beat untuk anak perempuan yang telah aqil baligh,adat tersebut masih tetap dilakukan.

Demikian beberapa adat dan kebiasaan yang terus dipertahankan hingga saat ini meski ditengah banyak perubahan yang terjadi mengikuti perkembangan jaman yang makin canggih ini.

Namun ada kebiasaan yang mendasar yang diturunkan oleh leluhur yang harus tetap dijaga untuk kelestarian adat dan budaya sebagai ciri khas daerah atau suku yang menjadi kekayaan budaya di Indonesia.

Beragam budaya yang ada di Indonesia telah mencerminkan bahwa betapapun banyak perbedaan budaya antar daerah, namun masing masing individu dan kelompok dapat membaur satu sama lain tanpa melihat perbedaan itu seperti yang tersebut dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Jelaslah bahwa kehidupan bermasyarakat sebenarnya berintikan pada interaksi sosial. Interaksi sosial tersebut merupakan hubungan hubungan sosial yang dinamis, yang menyangkut hubungan antara orang orang sebagai pribadi pribadi, antara kelompok kelompok manusia, maupun antara orang perorangan dengan kelompok manusia.

Berlangsungnya suatu proses interaksi sosial didasari oleh berbagai factor antara lain factor imitasi, sugesti, identifikasi dan simapti. Faktor factor tersebut dapat bergerak sendiri sendiri secara terpisah mapun dalam keadaan bergabung. Apabila ditinjau secara lebih mendalam, factor tersebut dapat mendorong seseorang untuk mematuhi kaidah kaidah dan nilai nilai yang berlaku.

About these ads

9 Tanggapan

  1. makasih buat pengetahuan y,,,,,,smoga dapat membantu semuanya

  2. moambuwa dan mo huyula.

  3. salut dgn tulisan ini………….

  4. BETUL BANGET TUCH HARUS’Y KITA SEBAGAI PENELRUS BANGSA MENJAGA KELESTARIAN BUDAYA KITA :)

  5. lestarikan kebudayaan nya .

  6. ok bro…….thanks

  7. sangat membantu tulisan2 yang anda muat…thanks………….

  8. berbeda-beda tetapi tetap satu jua….!!!

  9. apapun bentuknya kita tetap satu suku….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: